Polres Sorong Kota Laksanakan Pengamanan Pada Aksi Damai Imamira

Kepolisian Resor Sorong Kota, bertempat di Kantor PT. Belibis Papua Mandiri Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Malawei Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong telah berlangsung Aksi Damai yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa IMAMIRA (Ikatan Mahasiswa Misool Raya) sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Misool dimana isu yang beredar di masyarakat terkait kenaikan harga tiket milik perusahaan pelayaran nasional PT. Belibis Papua Mandiri (BPM).

Kronologis aksi damai, Sebelumnya peserta Aksi Damai yang berjumlah10 orang tersebut berkumpul di depan Hotel Swiss Bel Sorong dan kemudian melakukan aksi longmarch menuju ke kantor perwakilan PT. BPM dengan membentangkan spanduk yang berisi ” IKATAN MAHASISWA MISOOL RAYA (IMAMIRA) DAN MASYARAKAT MISOOL MENOLAK DENGAN TEGAS KENAIKAN HARGA TIKET KAPAL MILIK PT. BELIBIS PAPUA MANDIRI YANG BEROPERASI DI MISOOL ” dengan pengawalan Personil Polsek Sorong Kota, Dalmas Polres Sorong Kota dibantu personil Pasmar III Sorong.

Ikut serta Kapolsek Sorong Kota AKP Tegar S. Wibowo, S.IK, SH, Kasat Intelkam Polres Sorong Kota AKP Laode Zamrin, SH Kasat Sabhara Polres Sorong Kota IPTU Zad Bugis, SH dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Malawei Bripka La Sada.

Peserta aksi tiba di kantor BPM dimana korlap yang juga menjabat sebagai Ketua IMAMIRA, Muhammad Damin Leitafalas berorasi didepan kantor BPM menyampaikan bahwa berdasarkan Permen Perhubungan RI Nomor PM 109 Tahun 2017 tentang tarif batas angkutan Penumpang Laut Kelas Ekonomi Bab II Pasal 3 ayat 1 dan 2 :

  1. Perusahaan angkutan laut Nasional yang menyelenggarakan pelayanan dibidang anglutan laut kelas ekonomi, dapat memberikan potongan harga atas tarif angkutan penumpang laut dalam negeri ekonomi.
  2. Potongan harga atas tarif sebagaimana dimaksudbpada ayat (1) dapat diberikan kepada penumpang laut dalam negeri kelas ekonomi, antara lain anggota veteran, lanjut usia minimal 60 tahun, purnawirawan TNI/Polri, pensiunan, anggota TNI/Polri, PNS, Mahasiswa, Pelajar.

Adapun tuntutan dari aliansi IMAMIRA ialah kami Mahasiswa Misool dengan tegas menolak kenaikan harga tiket yang sedang dikeluarkan oleh PT. Belibis Papua Mandiri (BPM), Kami Mahasiswa Misool meminta kepada PT. BPM agar menurunkan harga tiket kembali normal dengan harga Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah), Kami Mahasiswa Misool meminta kepada PT. BPM agar memberlakukan Kartu Mahasiswa dan Pelajar di atas kapal pada saat penagihan tiket atau pembelian tiket, Kami Mahasiswa Misool meminta dispensasi dari PT. BPM kepada orang sakit, Apabila poin-poin yang disebutkan tidak diindahkan, maka IMAMIRA yang mewakili masyarakat Misool meminta dengan hormat PT. BPM agar meninggalkan rute perjalanan Sorong Misool.

Selanjutnya perwakilan dari pihak perusahaan Kepala Cabang PT. Belibis Papua Mandiri Nasrudin serta Manejer / Konsultan Hukum PT. Belibis Papua Mandiri Elisa Pandapotan Simanjuntak menemui peserta aksi dan mendengar aspirasi yang disampaikan sekaligus menerima salinan tuntutan IMAMIRA, dari Pihak PT. BPM menjelaskan bahwa kenaikan tarif tersebut
disebabkan oleh dana operasional yang meningkat/mahal sehingga menaikkan tarif terpaksa dilakukan, pihak perusahaan tidak bisa langsung mengambil langkah kebijakan namun dengan adanya aspirasi yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa IMAMIRA ini, maka akan dikoordinasikan kembali dengan pihak Pemda Raja Ampat, dan hasilnya akan disampaikan segera.

Mendengar penjelasan yang telah disampaikan oleh pihak PT. Belibis Putra Mandiri, para peserta aksi merasa puas, namun jika aspirasi mereka tidak ditanggapi, maka mereka akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang besar.

Selanjutnya peserta aksi damai telah membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing, selama giat terpantau dalam keadaan aman dan kondusif.

Humas Polres Sorong Kota

Tinggalkan Balasan